Saya adalah seorang ibu berusia 46 tahun yang selama bertahun-tahun memiliki kebiasaan yang cukup aneh: mencuri makanan anak kecil di tempat perbelanjaan. Meski saya sadar bahwa hal itu salah, dorongan untuk melakukannya sulit saya kendalikan. Setiap kali melakukannya, perasaan malu dan bersalah selalu menghantui saya, tetapi kebiasaan itu terus berulang tanpa saya tahu bagaimana cara menghentikannya.
Kondisi ini berdampak buruk pada kesehatan mental saya. Saya sering merasa cemas, takut ketahuan, dan merasa tidak pantas sebagai seorang Ibu. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan teman, saya memutuskan untuk mencoba hipnoterapi Evi Puspa sebagai langkah terakhir untuk mengatasi kebiasaan ini.
Dalam sesi-sesi hipnoterapi bersama Bu Evi, saya merasa sangat dihargai dan didengar tanpa penghakiman. Dengan penuh kesabaran, beliau membimbing saya untuk menyelami pikiran bawah sadar guna menggali dan menemukan akar dari perilaku tersebut.
Melalui hipnoterapi Evi Puspa, terungkap bahwa kebiasaan ini berakar dari trauma sejak saya masih dalam kandungan. Pada saat itu, ibu saya berpuasa ketika usia kandungan memasuki empat bulan. Sebagai janin, saya mengalami rasa lapar yang mendalam. Perasaan ini tertanam kuat di pikiran bawah sadar dan terus memengaruhi perilaku saya tanpa saya sadari hingga dewasa.
Bu Evi membantu saya melepaskan trauma tersebut dan menggantinya dengan keyakinan yang lebih sehat. Dengan pendekatan lembut dan profesional, beliau memulihkan keseimbangan batin saya dan membebaskan saya dari dorongan negatif yang selama ini menghantui.
Setelah beberapa sesi hipnoterapi Evi Puspa, dorongan untuk mencuri makanan benar-benar hilang. Saya merasa lebih tenang, damai, dan bebas dari kebiasaan yang selama ini membebani hati dan pikiran saya. Kini, saya bisa menjalani hidup tanpa rasa malu dan bersalah yang selalu membayangi.
Saya sangat bersyukur kepada Bu Evi Puspa atas bimbingan dan dukungannya yang luar biasa. Melalui hipnoterapi Evi Puspa, saya berhasil menemukan kembali kedamaian dan kebebasan dalam hidup. Terima kasih banyak, Bu Evi, atas bantuannya yang penuh pengertian dan kehangatan. (RN, 46 tahun, Bogor)