Sejak kecil, saya diajarkan bahwa uang adalah sumber keburukan dan bisa membawa dosa. Di lingkungan pesantren tempat saya belajar, uang sering disebut sebagai “mata iblis” yang bisa merusak hati dan jiwa. Doktrin negatif ini begitu tertanam dalam pikiran bawah sadar saya hingga saat dewasa, saya merasa takut menerima bayaran. Bahkan melihat uang saja membuat saya cemas dan merasa bersalah.
Akibat dari ketakutan tersebut, saya sering menolak banyak pekerjaan yang sebenarnya bisa membantu kehidupan saya. Situasi ini membuat kebutuhan keluarga sulit terpenuhi, dan rasa frustasi semakin memuncak. Hingga suatu hari, seorang teman menyarankan saya untuk mencoba hipnoterapi Evi Puspa.
Saat menjalani sesi hipnoterapi bersama Bu Evi Puspa, saya dibantu untuk menggali lebih dalam asal mula ketakutan saya terhadap uang. Dengan kesabaran dan kelembutan, Bu Evi membimbing saya menyadari bahwa uang hanyalah alat, bukan penyebab keburukan. Melalui hipnoterapi Evi Puspa, saya mulai memahami bahwa memiliki dan menerima rezeki dengan cara yang baik adalah sesuatu yang halal dan mulia.
Dalam sesi-sesi tersebut, Bu Evi membantu saya melepaskan doktrin negatif yang selama ini menghambat hidup saya. Perlahan, keyakinan lama digantikan dengan pemahaman baru yang lebih sehat dan positif. Saya mulai merasa bahwa menerima bayaran atas kerja keras adalah hak yang pantas saya terima.
Setelah menjalani beberapa sesi hipnoterapi Evi Puspa, ketakutan saya terhadap uang mulai memudar. Saya bisa menerima pembayaran tanpa rasa bersalah dan merasa lebih tenang. Kehidupan finansial saya pun mulai membaik. Kini, saya dapat bekerja dengan lebih percaya diri dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga tanpa dibayangi rasa takut.
Berkat bimbingan dan pemahaman yang diberikan di hipnoterapi Evi Puspa, saya berhasil membebaskan diri dari belenggu pikiran negatif yang selama ini membatasi hidup saya. Pengalaman beliau yang luas dan pendekatannya yang lembut sangat membantu saya menemukan kebebasan dan kesejahteraan yang selama ini dicari.
Terima kasih, Bu Evi Puspa, atas bantuan dan bimbingan Ibu yang penuh pengertian. (Abdullah, 38 tahun, Sukabumi)