Pelajaran KIMIA tidak lagi menyeramkan

Saya nggak pernah nyangka, hanya lewat satu kali sesi hipnoterapi bersama Uti (Evi Puspa) yang kemudian saya panggil “Ibu”, hidup saya bisa berubah sebegini besar.
Sejak SMA, pelajaran Kimia adalah mimpi buruk. Setiap kali masuk kelas, saya langsung gugup, jantung berdebar, dan berharap tidak ditanya guru. Saya menunduk, menghindar dari kontak mata, dan merasa sangat tidak percaya diri. Anehnya, ini bukan soal gurunya, karena beliau baik sekali. Tapi tetap saja, Kimia seperti punya tembok tebal yang sulit saya tembus.
Sampai akhirnya saya kuliah, dan memilih jurusan yang jauh dari Kimia. Tapi ternyata takdir berkata lain. Saat saya menempuh program magister (S2) saya harus meneliti combustion system of the ship, yang isinya adalah reaksi kimia. Ternyata, Kimia tidak membiarkan saya menghindarinya, saya diikuti sampai ke negeri ginseng (Korea Selatan). Saat melanjutkan doktor (S3) saya “lari lagi” ke thermohydraulics of ocean nuclear power plant. Tapi saat bekerja di perusahaan nuklir, boom! Saya dipercaya memimpin riset bahan bakar nuklir, yang berisi… yaaa, Kimia lagi! Lagi-lagi, Kimia terlalu mencintai saya, dan menemani hari-hari saya, sampai detik ini, hehehe.
Dalam perjalanan ini, saya dipertemukan dengan Ibu: seorang hipnoterapis yang membuka klinik Hipnoterapi Evi Puspa di Cibubur, Jakarta Timur. Lewat satu kali sesi hipnoterapi di hipnoterapi Evi Puspa, Ibu menemukan akar masalahnya dengan sangat cepat, kalau ternyata, pikiran bawah sadar saya pernah menerima kalimat “Perhatikan gurunya baik-baik,” dan saya terima kalimat itu secara harfiah. Saya memperhatikan gurunya, bukan pelajarannya.
Lewat hipnoterapi Evi Puspa, sugesti ini dibersihkan dan diganti dengan makna baru yang positif. Tanpa saya sadari, saya mulai menikmati Kimia. Saya tidak takut lagi. Saya berdiskusi aktif, saya percaya diri, bahkan tangan saya spontan terangkat, dan saya bilang, “May I try to solve this problem?”
Sekarang, saya tidak hanya bisa belajar Kimia, tapi saya benar-benar jatuh cinta dengan Kimia. Saya bahkan dikirim kantor untuk ikut training bahan bakar nuklir di Virginia Tech, Blacksburg – Virginia, Amerika Serikat yang isinya penuh dengan reaksi-reaksi Kimia. Laboratorium tempat saya training adalah laboratorium khusus untuk material bahan bakar nuklir, dan merupakan laboratorim bergengsi di dunia (khususnya untuk penelitian di bidang nuklir), karena bekerjasama langsung dengan Oak Ridge National Laboratory (ORNL) dan Los Alamos National Laboratory (kalau masih pada ingat film “Oppenheimer” tentang awal terciptanya bom nuklir).
Di Virginia Tech., saya pun berdiskusi dengan Professor di laboratorium tempat saya training, juga mahasiswa S3 dari jurusan Teknik Kimia.
Hasilnya? Saya yang selama ini kalau belajar Kimia sangat sulit, bahkan otak saya tidak bisa menerima meski saya sudah belajar berulang kali; sekarang otak saya malah seperti spons. Menyerap pelajaran Kimia dengan ringan. Tanpa beban. Tanpa trauma.
Dan ini semua berkat hipnoterapi Evi Puspa, berkat Ibu. Terima kasih, Bu. You healed more than my mind, you healed my confidence in Chemistry, and now, we love each other.
Thank you so much, Ibu. I love you ♥ (EFT, 40 Tahun, Jakarta)