Karir saya hampir terhenti karena satu masalah besar yang menghalangi kemajuan saya di kantor: phobia takut terbang. Setiap kali saya diberi tugas untuk rapat keluar kota, saya selalu merasa cemas dan takut, terutama saat harus naik pesawat. Bahkan ketika ada rapat tahunan kantor pusat yang berlangsung di Guangzhou, China, saya selalu menolaknya. Rasanya sangat frustasi ketika melihat rekan kerja saya naik jabatan, sedangkan saya terhambat oleh ketakutan ini. Saya tahu ini adalah kelemahan yang perlu saya atasi, namun saya tidak tahu bagaimana cara menghadapinya.
Gejala yang saya alami sangat parah. Ketika berada di bandara atau mendekati pesawat, saya merasa detak jantung saya semakin cepat, tangan saya gemetar, keringat dingin, dan saya merasa sangat lemas. Bahkan, kaki saya terasa tidak bisa melangkah, dan saya merasa terjebak dalam ketakutan. Sudah banyak kali saya mencoba menghadapinya, namun begitu dekat dengan pesawat, saya selalu mundur dan pulang.
Suatu saat, setelah berpikir panjang, saya memutuskan untuk mencari bantuan dan bertemu dengan Mbak Evi Puspa, seorang hipnoterapis yang sangat tenang dan perhatian. Saya menceritakan semua kekhawatiran dan kebingungannya tentang ketakutan saya. Mbak Evi Puspa mendengarkan dengan seksama tanpa menghakimi. Yang paling saya ingat adalah, beliau menanyakan dengan lembut apakah saya benar-benar berniat untuk sembuh dari ketakutan ini. Saya menjawab dengan tegas bahwa saya ingin menghilangkan phobia terbang yang sudah lama menghantui saya.
Setelah melakukan sesi wawancara dalam kondisi terhipnosis, saya baru menyadari bahwa ketakutan saya berakar pada trauma masa kecil. Saat berusia 9 tahun, saya pernah terjatuh dari ayunan yang didorong oleh teman saya dengan keras. Saya berteriak meminta agar berhenti, tetapi teman saya malah mendorong saya semakin cepat, hingga saya terjatuh dengan luka-luka. Hal ini meninggalkan bekas yang mendalam dan mempengaruhi ketakutan saya hingga dewasa.
Setelah menjalani terapi dengan Mbak Evi Puspa, saya merasakan perubahan yang luar biasa. Hanya dalam tiga kali sesi terapi, ketakutan saya terhadap pesawat mulai hilang. Beberapa hari setelah sesi terapi terakhir, saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat dan terbang ke Yogyakarta. Pengalaman saya kali ini sangat berbeda. Saya merasa nyaman, aman, dan tidak lagi cemas seperti sebelumnya. Saya bahkan mengirimkan foto saya di dalam pesawat kepada Mbak Evi Puspa, dan beliau memberikan jempol serta tertawa bahagia atas keberhasilan saya.
Mengatasi phobia terbang bukanlah hal yang mudah, tetapi berkat hipnoterapi Evi Puspa, saya berhasil mengatasinya. Kini saya bisa melakukan perjalanan bisnis tanpa rasa takut, dan karir saya pun mulai berkembang kembali. Terima kasih banyak, Mbak Evi, atas bantuannya yang luar biasa! (Ni Luh, Jakarta)